Loading...

Mohon Perhatian !

Mohon maaf jika kenyamanan anda terganggu...dalam menikmati konten yang ada..karena blog masih dalam maintenance....selamat menikmati

Highlight Top Football

Loading...

Selasa, 05 Mei 2009

CERITA BERSAMBUNG (CERBUNG)

BISIKAN HATI
Karya. Najieh Albanien

Langkah demi langkah ku ayun, kutinggalkan kampung halaman....., sapa ramah, ceria sahabat dan teman karibku mengiringi kepergianku tuk mencari ilmu.

semuanya kutinggalkan....ya kutinggalkan semua, kehangatan suasana keluarga dan suka cita bersama keluarga, ayah, ibu, kakek, nenek dan adik tercinta, semua hanyut dalam rindu menghantarkanku tuk menuntut Ilmu
ketika itu juli 2001 dengan semangat membara dan bekal untaian doa ayah dan ibunda, serta membaw segenggam asa dan cita, dibawah terik mentari kemarau ku buru cercah sinar, ku ayun langkah demi langkah dengan pasti, hingga sampailah aku di Kampus STAIN Pekalongan, ya kampus tempat ku akan belajar dan menggapai cita-cita.

Roda kehidupan terus berputar, hari dan waktu kurengkuh, tak terasa, pendaftaran, ujian masuk, TASSKA dan segala macam tetek bengek persyaratan sudah kelalui,(sulit juga ya), aku tinggal menunggu saat-saat kuliah.
Sejuk udara pagi, dan sinar mentari pagi membentur kulitku, aku pandangi kawan se-kostku ternyata mereka terlambat bangun sama seperti aku. suasana rumah masih suyi, ku raih handuk dan ku bergegas mandi, begitu selesai kulihat si Andi sudah bangun dari tidurnya," Pagi An", sapaku, andi hanya terdiam tak menjawab, wajahnya memberi tanda kalau ia masih mengantuk.

Aku bersama tujuh orang lainnya, hidup di bawah satu atap, dan hanya kami berdua yang masih duduk di semester satu.
" Ayo buruan mandi, hari ini kan studium general (kuliah umum)"paksaku padanya, kulihat ia begitu gugup.
"Kis mana handukku? kemarinkan aku titipkan sama kamu!" pintanya cepat padaku.
"Itu di jemuran belakang, kataku..
"Oke, thanks ya..aku mandi dulu ya.!" ulas andi padaku.

Di hari pertama aku kuliah, aku merasa asing, ya maklum aku kan pendatang, sehari ini aku mengikuti studium general bersama kawan yang lain,
tubuhku lemas, capek, penat yang kurasakan, kurebahkan tubuhku di kamar, aku pandangi kangit-langit, terbayang dalam pikiranku ayah, ibu dan adik-adikku di rumah,
ya..aku...akulah tumpuan hidup masa depan mereka, dalam benakku membenarkan bahwa kau harus lebih baik dan lebih baik.

Dalam kesendirian dan lamunan....andi mendekatiku.
" hayooo, ngelamunin apa nih?" tanyanya padaku dengan nada keras, sampai aku tersadar dari lamunan.
"ah enggak kok...nggak lagi ngelamunin apa-apa" jawabku padanya.
"jangan bohong, wajahmu itu loh, dah jelas banget lagi ngelamun kok malah nge-less" tambahnya lagi, semakin menandakan kalau ia penasaran dengan yang aku pikirin.
"Oke..deh. karna kamu sahabat aku, aku ceritain deh yang aku pikirin" ucapku padanya...
"begini An, akhir-akhir ini pikiranku selalu tertuju kepada keluargaku di rumah, aku jadi merasa tidak kerasan dan kurang semangat dalam belajar dan berat rasanya pikiran ini untuk mengikuti perkuliahan", jelasku padanya.
"ah itu mungkin perasaanmu saja"sahutnya padaku berusaha membuatku tegar
"pokoknya kamu santai sajalah, teruslah berusaha dan berusaha, suatu saat nanti kamu pasti bisa beradaptasi dengan yang lain,"tambahnya lagi. bersambung......

0 komentar:

Poskan Komentar

write your comment here

Loading...

Popular Posts

SETUJUKAH ANDA JIKA IBUKOTA DIPINDAH DARI KOTA JAKARTA

PESAN TIKET HOTEL

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites